Entri Populer

Suara Orgasme Ekspresi Nyata Kenikmatan Seks

Selasa, 18 Mei 2010

Seksualitas

Share
Enz0 boY!!!

Kalau memang adegan semakin hot dan menyenangkan, biarkan pasangan tahu lewat desahan intens Anda. (Foto: Aisheteru) 
 
BAGAIMANA suara yang Anda buat selama di ranjang? Saat muda, sebagian besar kita belajar pola gairah lewat masturbasi, tapi harus benar-benar tenang karena takut ketahuan. Diam dalam gairah kenikmatan kembali dilakukan saat usia dewasa.

Pasangan memilih tak mengeluarkan suara kenikmatan bercinta oleh karena beberapa alasan, seperti tidak ingin tetangga mendengar, khawatir akan terdengar konyol, atau tidak ingin terdengar seperti bintang porno. Perhatikan berapa banyak suara yang Anda buat selama berhubungan seks. Apakah Anda merasakan suara tersebut membangkitkan gairah seks atau justru membuat Anda malu?

Lebih mudah ketimbang berkata-kata

Dikutip dari Pleasure Mechanics, membuat “suara ranjang” juga bisa menyenangkan desahan berfungsi sebagai komunikasi penting antara Anda dan pasangan selama hubungan intim. Jika Anda sedang sangat terangsang oleh serangannya, biarkan pasangan tahu lewat desahan Anda. Suara itu memberi pertanda; ia harus terus menyerang, mengganti serangan, atau menghentikan serangan. Sebab terkadang, kita kehilangan kata-kata mengungkapkan kepuasan, dan lebih nyaman menyampaikannya lewat rintihan dan desahan.

Mengeluarkan rintihan seks mengharuskan Anda untuk membuka tenggorokan dan mulut. Sensasi aliran ke atas dan bawah tubuh, dari titik kontak (misalnya, alat kelamin) menuju otak Anda, ditafsirkan sebagai sinyal menyenangkan. Jika bahu, leher, dan tenggorokan seperti terhalang, Anda akan merasakan kurangnya sensasi di seluruh bagian tubuh. Nah, membuat suara menjadi cara yang pas untuk merilekskan leher dan memungkinkan aliran bebas dari sensasi menyenangkan melalui seluruh tubuh. Hasilnya, Anda bisa lebih menikmati seks.

Tak perlu malu

Seks adalah salah satu dari beberapa bagian kehidupan di mana kita bisa berekspresi, merilekskan diri, dan merasakan tubuh menyatu dengan pasangan, dalam kesenangan.

Melepaskan suara selama sanggama mensyaratkan rasa saling percaya antara Anda berdua untuk saling melepaskan rasa malu dan rasa bersalah yang mungkin membuat Anda tidak bebas berekspresi. Namun, jika Anda membiarkan diri sedikit lebih liar, maka Anda dapat memanfaatkan dan menemukan seks yang lebih merilekskan. Karenanya, mendesah, merintih, mengerang, dan berteriaklah untuk meluapkan kenikmatan Anda selama seks!.

Jangan berlebihan!

Kebisingan yang Anda buat dalam adegan ranjang akan berbeda seperti yang dibuat bintang film porno yang melakukannya tanpa perasaan nikmat, tapi lebih pada tuntutan skenario. Desahan akan sangat memuaskan jika itu adalah ekspresi nyata dari kesenangan. Jadi, tak perlu memaksa diri untuk bersuara keras. Biarkan saja suara itu ke luar secara alami, seiring kenikmatan yang Anda rasakan.

Mulailah dengan membuat suara lewat desahan nafas. Jangan berlebihan! Kalau memang adegan semakin hot dan menyenangkan, biarkan pasangan tahu lewat desahan intens Anda. (Dari Sumber yang tak perlu diragukan)!!

Tumbuh Dewasa Bersama Pasangan dalam Pertengkaran

Minggu, 09 Mei 2010

Share
EnZo Weeeeez!!
 
 Anda tidak akan pernah bisa menyelesaikan setiap argumen, jadi sebaiknya sesekali menyerah demi kebaikan hubungan. (Foto: Ancor'z) 
 
HUBUNGAN sehat bukanlah hubungan yang tak pernah diwarnai perselisihan. Nyatanya, hubungan belum dikatakan kuat kalau belum lulus cobaan, seperti siswa sekolah yang harus ujian kalau hendak naik kelas.

Namun juga perlu diluruskan bahwa hubungan bertambah sehat bukan karena pertengkaran yang semakin sering. Kuncinya terletak pada kedewasaan Anda dan pasangan untuk bisa mengambil hikmah dari perselisihan. Selanjutnya, saat persolan yang sama dihadapi kembali, Anda berdua bisa cepat mengambil langkah solutif.

Kalau Anda dan kekasih sedang bertengkar, berikut beberapa trik untuk tumbuh dewasa bersama di dalamnya, seperti diulas Womans Day.

Beri jeda waktu

Jika emosi salah seorang atau Anda berdua semakin panas, mengambil jeda waktu sebentar bukanlah trik tepat, karena Anda butuh time break lebih lama. Cukup katakan, "Saya butuh istirahat," lalu saling memisahkan diri untuk benar-benar mendinginkan kepala.

Waktu 45 menit sangat ideal untuk memulihkan kondisi psikologis, kata James Cordova PhD, seorang profesor di Clark University dan penulis The Marriage Checkup. "Tapi jangan memanfaatkannya untuk mundur sepenuhnya dari perselisihan. Anda berdua harus berjanji untuk menyelesaikannya," tuturnya.

Mengapa kita butuh time break? Karena ketika argumen mencapai titik didih, tubuh kita bereaksi fisiologis di mana denyut jantung dan tekanan darah meningkat. "Ketika secara fisiologis Anda tegang, hampir tidak mungkin untuk melawan atau bertengkar dengan cukup produktif," kata Dr Cordova.

Sesekali, setuju untuk tidak setuju

Anda tidak akan pernah bisa menyelesaikan setiap argumen, jadi sebaiknya sesekali menyerah demi kebaikan hubungan. Coba jawab dalam hati seperti apa yang ditegaskan konselor hubungan, Kim Leatherdale, "Anda ingin menjadi pihak yang benar, atau Anda ingin menyelamatkan hubungan?".

Jangan saling menyalahkan

Tujuan pertengkaran yang sehat bagi Anda berdua adalah mengambil tanggung jawab dan bekerja sama memecahkan masalah. "Jika Anda menyalahkan pasangan, semua beban untuk memperbaiki hubungan ada di pundaknya," kata Leatherdale. Agar adil, Anda sebaiknya juga tidak menempatkan semua kesalahan pada diri sendiri.

Hati-hati bicara

Dalam pertengkaran panas, Anda bisa tergoda untuk mengatakan hal-hal yang Anda tahu akan makin memanaskan suasana, kata Leatherdale. Tahan lidah Anda dari ucapan seperti, "Tidak heran kalau pacar lamamu meninggalkanmu!". Itu adalah jenis tamparan yang sangat memukul.


Dewasalah,.,.,!!!

Inilah Alasan Anda Tak Boleh Temui Calon Mertua

text TEXT SIZE :  
Share
 
Pria harus memahami alasan pasangannya untuk tidak mengenalkan terlebih dahulu kepada orangtuanya. (Foto: ZiaN) 
 
MENEMUI calon mertua adalah bagian paling menegangkan bagi para pria. Pasalnya, kesan pertama Anda haruslah menarik perhatian. Jika tidak ini bisa saja menggagalkan langkah selanjutnya, termasuk melamar sang pujaan hati.

Perlu Anda ketahui bahwa ada beberapa alasan mengapa Anda tak seharusnya menemui orangtuanya terlebih dahulu. Ingin tahu lebih jelas? Anda bisa melihat penjelasan Askmen, sebagai berikut:

Anda memiliki tato melebihi Tommy Lee
Siapa yang tak kenal musisi asal Amerika Tommy Lee yang terkenal dengan puluhan tato yang menghiasi sekujur tubuhnya. Jika tato yang Anda miliki jumlahnya melebihi Tommy Lee, Anda layak mengurungkan niat Anda. Tato yang menghiasai tubuh Anda bisa saja membuat kedua orangtuanya syok melihat penampilan Anda dan mencap buruk diri Anda. Terlebih jika tato-tato Anda memiliki arti atau lambang tertentu.

Anda tertangkap basah bercumbu dengan wanita lain

Ini merupakan masalah yang paling rumit untuk menentukan hubungan Anda bersama kekasih hati. Jika Anda tertangkap basah dengan orang lain, Anda mungkin akan beruntung, dan tak ada masalah. Namun jika Anda tertangkap dengan sang calon mertua, tentu saja ini bisa berakibat fatal. Jika hal ini sudah terjadi, maka Anda perlu menunggu waktu yang cukup lama hingga orangtuanya melupakan kejadian itu dan tidak mengenali Anda.

Calon mertua telah melihat sikap buruk Anda


Para orangtua cenderung sangat selektif dalam menentukan pasangan untuk anak-anaknya. Hal ini dikarenakan agar rumah tangga yang dibangun oleh putrinya tidak gagal dan berujung dengan kata cerai. Mungkin Anda pernah mabuk di pesta pernikahan seseorang dan lepas kontrol, sehingga melakukan hal yang paling bodoh di depan mereka. Atau mungkin Anda mengatakan sesuatu yang tidak seharusnya diucapkan pada kedua orangtuanya. Apapun masalahnya, Anda harus berupaya membersihkan nama Anda dan bersikap baik, sehingga Anda mendapatkan kembali kepercayaan dari kedua orangtua kekasih.


Ibunya main mata dengan Anda


Ini merupakan salah satu alasan yang patut Anda waspadai. Ketika ibu dari kekasih Anda main mata dengan Anda, ini tentu saja pertanda buruk. Ibu dari kekasih Anda mungkin bisa saja main mata saat Anda dan kekasih menemaninya berbelanja di supermarket. Tapi Anda harus tetap menujukkan sikap hormat dan sopan padanya. Setelah itu, Anda mungkin bisa mengikuti pertemuan keluarga bersama sang kekasih, namun ada baiknya Anda tidak tinggal terlalu lama di sana. Hal ini untuk membatasi kedekatan yang lebih antara Anda dan calon mertua. Jika Anda menyambangi rumah kekasih, lebih baik batasi waktu untuk berinteraksi dengan ibu dari kekasih Anda. Dengan demikian, lambat laun ibunya akan mengerti akan ketegasan dari sikap Anda. 

YeHaaaaaa,.,.,.,.

Panduan Penting Sebelum Bertemu Calon Mertua

Share
EnZ0 boz
 
Diskusikan kepada pasangan hal-hal apa saja yang bisa menarik perhatian calon mertua. (Foto: An[un) 
 


ANDA mungkin telah berhasil membuat seluruh sahabat kekasih Anda terkesan. Namun, Anda jangan bernapas lega dulu sebelum memenangkan hati kedua orangtuanya.


Untuk itu, Anda pun perlu melakukan penelitian terlebih dahulu sebelum bertemu mereka. Ini berarti Anda harus menanyakan terlebih dahulu mengenai orangtua dan keluarganya, termasuk ayahnya bekerja di bidang apa atau apakah sang ayah selalu bersikap serius atau memiliki rasa humor yang tinggi, dan lainnya.

Tujuannya, supaya Anda bisa lebih mudah mendekatkan diri dan mudah bergaul dengan kedua orangtuanya. Pada tahap ini Anda juga perlu tahu, kekasih lebih dekat dengan siapa, ibunya atau ayahnya. Untuk memenangkan hati kedua orangtuanya, menurut Askmen ada beberapa hal yang wajib Anda lakukan, yakni:

Raih hati sang ibu
 

Ibu cenderung memegang peranan penuh kepada anak-anaknya. Dia merupakan orang pertama yang akan mengundang Anda untuk makan malam, dan dia pula orang yang akan mengubah penilaian suaminya, jika Anda dicap buruk oleh ayah dari kekasih Anda. Untuk itu, Anda perlu memulainya dengan mencuri hati ibunya. Mendekatkan diri dengan ibunya, Anda bisa mengantarkannya berbelanja kebutuhan sehari-hari atau bertanya mengenai kebiasaan yang sering dilakukan kekasih Anda. Hal ini pastinya tidak hanya akan membuat Anda hanya dekat dengan ibunya, tetapi juga semakin dekat dengan kekasih Anda.

Mungkin pada tahap awal, ayahnya sulit menerima Anda. Tetapi jika ditangani dengan benar, Anda bisa mendapatkan restu darinya. Jika Anda ingin menjadi teman terbaik bagi ayah, ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan. Tak perlu mengajaknya memancing atau mendiskusikan makalah hukum sepanjang malam jika kalian berdua adalah pengacara.


Ada beberapa kesempatan di mana Anda akan bertemu dengan kedua orangtuanya, seperti menjemput kekasih untuk kencan atau acara khusus seperti ulang tahun, atau makan malam di akhir pekan. Untuk itu, tetaplah bersikap sopan agar sang ayah juga menghargai Anda sebagai kekasih dari putrinya.

Jangan lupakan buah tangan

Buah tangan termasuk salah satu cara yang paling manjur untuk mencuri hati. Misalnya, ketika ada acara keluarga, dan Anda diundang ke rumahnya untuk menikmati makan malam. Anda seharusnya tidak datang ke rumahnya dengan tangan hampa.

Apapun kesempatan itu, hal yang paling penting adalah membawa rangkaian bunga yang bagus atau sebuah botol anggur, sekotak cokelat, atau parcel yang bersisikan buah-buahan. Agar tak salah membawa, Anda bisa mendiskusikan dengan kekasih, apa yang paling pantas Anda bawa saat berkunjung ke rumahnya.

Ajukan banyak pertanyaan

Saat sesi perbincangan dimulai, di sinilah kelebihan harus Anda tunjukkan. Namun, hal pertama yang perlu dilakukan adalah membuat diri Anda senyaman mungkin. Pastinya Anda tidak ingin mengatakan hal yang salah bukan karena grogi.

Lebih baik Anda mengajukan banyak pertanyaan dan menunjukkan minat Anda. Carilah kesamaan apapun antara Anda dengan ayah atau ibunya, misalnya seperti kesamaan hobi, ketertarikan yang sama terhadap tim olahraga tertentu, atau kegemaran Anda dalam memelihara hewan piaraan tertentu.

Jika ini pertama kali Anda bertemu mereka, kemungkinan besar mereka akan memberikan sederet daftar pertanyaan untuk Anda. Jangan panik, karena mereka hanya ingin mengenal dengan siapa putri mereka telah jatuh cinta. Mengatasi masalah ini, cukup jawab pertanyaan dengan sopan dan tetap menunjukkan sikap menghargai kedua orangtuanya.


Cobalah Good Luck!!!