Entri Populer

5 Alasan Pria Tetap Menjomblo

Jumat, 03 Juni 2011

ANDA mungkin pernah menjalin asmara dengan seorang pria yang tampak sudah siap menikah, tapi selalu mengelak ketika didesak segera melamar. Ternyata, usia tidak memainkan peran penting dalam alasan yang mereka kemukakan.

Pria di usia awal 40-an bisa saja tidak mau atau tidak siap menikah, tidak seperti pria di awal 20-an. Di sisi lain, ada banyak pria yang mau menikah segera setelah lulus kuliah. Jadi sebenarnya, apa alasan pria tetap menjomblo?

Simak lima jawaban di antaranya, seperti dilansir Galtime.

Kebebasan

Ada banyak manfaat dengan menikah, tapi kebebasan bukanlah manfaat yang dirasakan sebagian pria. Ketika melajang, pria bebas pergi ke mana saja yang mereka inginkan, bebas makan apa saja, kapan saja.

Menurut mereka, wanita menjadi pengikat kebebebasannya setelah menikah. Istrinya menghabiskan uang, tapi hanya pada hal yang sesuai keinginannya. Pernikahan bisa mengubah banyak keadaan. Sebagian pria masih betah melajang hanya karena tidak ingin menyerahkan kebebasan mereka.

Kegembiraan

Menjadi pria single membuatnya bebas berpetualang; datang ke pesta sampai larut ataupun merajut cinta dengan beberapa wanita. Setiap waktu merupakan kesempatan baginya untuk petualangan baru dan memompa adrenalinnya pada sebuah tantangan menyenangkan. Soal menikah, selalu ada hari esok, kan? Begitu pikirnya.

Tidak sesuai fantasi

Setiap pria punya fantasi ideal soal pasangan hidup mereka kelak. Sosok yang diidamkannya mungkin seorang model pakaian dalam atau salah satu bintang erotis. Karena belum ada satupun wanita dalam kehidupan nyata mereka yang cocok dengan fantasinya, sebagian pria rela terus mencari sampai mereka menemukannya.

Selama terus mencari, mereka tetap berpegang pada impiannya dan tidak akan dapat berkomitmen pada sosok wanita biasa yang jauh dari fantasinya.

Takut pada tanggung jawab

Dengan pernikahan (termasuk anak), maka muncul tanggung jawab. Bagi sebagian pria, hal itu menakutkan. Tanggung jawab lainnya dengan memiliki pasangan hidup adalah memegang nilai kesetiaan.

Belum benar-benar dewasa

Pernikahan dan anak-anak adalah untuk orang dewasa yang bertanggung jawab serta ingin berbagi dan memberi. Sebuah pernikahan yang baik tergantung pada nilai-nilai tersebut. Menjadi orangtua adalah 100 persen memberi tanpa mengharapkan imbalan apapun.

Anak-anak pada dasarnya egois. Fokus utama mereka adalah mendapatkan apa yang mereka inginkan. Mereka menghabiskan hari-hari dengan makan, tidur, bermain, dan tidak memikul tanggung jawab apa pun. Semua yang perlu mereka lakukan adalah mengikuti aturan sederhana dan bersenang-senang.

Nah, sebagian pria tidak pernah tumbuh dewasa untuk menerima itu semua sementara anak-anak tetap dengan sifat mereka.

6 Cara Tetap Asyik Dekat Mantan Kekasih

USAI putus cinta, salah satu hal paling penting adalah memastikan Anda punya banyak ruang untuk “sembuh”. Namun, apa yang Anda lakukan ketika mantan kekasih masih berada di sekitar Anda?

Simak enam tip agar tidak mati gaya ketika bertemu mantan kekasih, baik Anda memutuskan cinta maupun diputus cinta, seperti diulas BounceBack.
Berikan ruang pada mantan

Jika Anda memutuskan untuk berpisah, memberikan harapan dan kesempatan pada mantan kekasih untuk kembali, jelas merupakan pilihan terakhir. Berikan si dia seluas mungkin ruang dan hindari kontak kecuali untuk pekerjaan sosial. Mungkin sulit, tetapi dalam jangka panjang, ruang ini akan membantunya memulai hubungan baru.

Kalau dia jahat, jangan bereaksi

Anda berdua beruntung bila dapat mengendalikan diri usai perpisahan dengan tetap saling berteman. Jika mantan Anda terluka dan memutuskan untuk berbuat jahat di depan umum, tetaplah tenang dan hindari segala bentuk balas dendam. Reaksi negatif tersebut hanya akan merugikan hubungan Anda dengan teman-teman atau kredibilitas Anda di tempat kerja.

Jadilah bijaksana

Mungkin butuh waktu berminggu-minggu atau berbulan-bulan, tetapi cepat atau lambat Anda akan bertemu orang baru dan mulai berkencan lagi. Jadilah bijaksana ketika berada di sekitar mantan Anda, karena kemungkinan putus cinta akan menyakitkan baginya, tak peduli sudah berapa lama Anda berdua berpisah.

Jauhkan keluarga dan teman-teman dari masalah Anda

Jika Anda melibatkan teman, rekan kerja, dan anggota keluarga untuk berpihak pada Anda, ini akan membuat mereka tidak nyaman. Tidak mengapa bila Anda ingin menangis di bahu mereka, tetapi jangan mengambil setiap peluang yang ada untuk meratapi situasi. Sementara Anda perlu menghindari mantan, jangan memaksa teman atau rekan kerja untuk melakukan hal yang sama.

Jangan memaksakan masalah dengan mantan Anda

Salah satu hal terberat usai putus cinta adalah mencari tahu kesalahan dalam hubungan. Jika mantan Anda tidak lagi bersedia untuk membahas masalah ini secara pribadi, anggaplah sebagai tanda bahwa Anda juga perlu untuk memulai proses move on.
Bersikap positif

Usai putus, Anda mungkin kini membenci mantan kekasih, tapi tidak ada alasan untuk membiarkan situasi tersebut memengaruhi sisa hidup Anda. Bersikaplah ramah kepada mantan Anda saat hang out bersama teman-teman, dan berusahalah untuk menjaga hubungan kerja yang baik jika ia adalah rekan sekerja Anda. Tetap positif merupakan langkah penting menuju pemulihan putus cinta.

Cemburu? Wajar Sih, tapi...

DI era teknologi seperti sekarang, komunikasi menjadi lebih mudah dengan adanya SMS (Short Message Service), FB (facebook), twitter serta fasilitas messenger khusus dari smartphone yang populer itu.

Seperti kita ketahui, komunikasi kerap ‘dielu-elukan’ sebagai kunci keharmonisan rumah tangga. Tanpa komunikasi yang baik, bisa terjadi salah paham yang berujung keributan dan merembet pada konflik lainnya.

Namun tanpa disadari, fasilitas komunikasi ini bisa membawa efek cemburu pada diri Anda atau pasangan. Misal Moms cemburu saat Dads berkutat dengan smartphone-nya atau Dads yang melirik cemburu melihat Moms asyik chatting di facebook dengan teman lamanya. Wah, hal kecil saja bisa menjadi pemicu ‘api cemburu’ ya!

Kecemburuan adalah emosi yang dapat dikatakan wajar jika terjadi pada Moms or Dads. Jika kita peduli terhadap seseorang dan ingin mereka peduli, maka rasa cemburu adalah normal sampai batas tertentu. Namun jika tidak berhati-hati, cemburu bisa jadi berlebihan dan merugikan hubungan. Bahkan tak jarang kecemburuan adalah akar penyebab hubungan pernikahan menjadi rusak.

Alasan Cemburu?

Cemburu merupakan suatu emosi negatif yang terjadi karena seseorang menjadi ancaman dalam suatu hubungan. Jadi, cemburu (jealous) itu melibatkan tiga orang, dimana salah seorang menjadi pihak ke-3 (yang dirasa mengancam).

Seringkali Moms or Dads mengingkari rasa cemburu karena tak ingin memunculkan pertengkaran. Namun sebenarnya setiap pasangan perlu mengenali ada apa di balik rasa cemburu tersebut? Apa yang membuat kita atau pasangan merasa cemburu?

Perasaan-perasaan yang biasanya muncul ketika cemburu adalah merasa takut kehilangan, terancam, merasa diabaikan, khawatir, merasa dikhianati (padahal belum tentu demikian), merasa ada keraguan akan diri sendiri, tidak yakin, dan seringkali dipenuhi amarah. Misal Moms menganggap perilaku Dads tidak sesuai dengan harapan, seperti bergaul terlalu dekat dengan rekan kerja wanitanya di kantor, begitu pula sebaliknya.

Saling Percaya Kikis Cemburu

Perasaan cemburu kerap dipendam satu sama lain. Akibatnya Moms or Dads tiba-tiba jadi uring-uringan di rumah, meributkan hal-hal kecil, bahkan menghindar dari hal-hal romantis karena sedang dikuasai perasaan marah yang tidak dikomunikasikan dengan baik.

Pondasi saling percaya harus dibangun bagi setiap pasangan. Jika tidak, bukan tidak mungkin satu sama lain terus membandingkan diri dengan orang lain. Dan jika suatu ketika salah satunya menunjukkan sedikit saja minat pada orang lain atau hal tertentu, maka kecemburuan akan mudah menguasai dan membuat Moms or Dads merasa tertekan dengan perasaan tersebut. (Sumber: Tabloid Mom & Kiddie)

5 Jurus Bikin Cinta si Dia Tak Redup

PAKAR hubungan mengatakan bahwa wanita juara dalam kemampuan mempertahankan suasana misterius dalam cerita romansa mereka. Yang membahagiakan, pria ternyata mencintai wanita yang menyajikan sedikit tantangan dalam cinta.


Ladies, tidak perlu merasa bersalah kalau karena hubungan sudah berjalan sekian lama, spontanitas Anda kepadanya semakin redup. Yang Anda perlukan adalah menghidupkan kembali sisi misteri dalam cinta. Berikut triknya, seperti dilansir Yahoo.


Tunjukkan bakat dan minat Anda sedikit demi sedikit

Bila kekasih baru bertanya soal hobi Anda, cukup sebutkan satu atau dua aktivitas. Toh, di awal hubungan, dia hanya sedang berusaha mengenal Anda, bukan untuk mengisi profil diri Anda (meskipun kadang-kadang seperti itu). Tunjukkan kembali minat Anda yang lain setelah cukup mengenalnya. Jadi, dia akan menangkap sisi misterius hubungan, sejalan dengan pertemuan yang semakin intens.


Ubah gaya penampilan atau rambut Anda

Bereksperimen dengan gaya berbeda adalah sesuatu yang harus dilakukan semua wanita, apakah sedang melajang atau sudah punya kekasih. Melihat diri Anda dalam cara yang berbeda akan membuatnya makin terkesima. Apa yang akan benar-benar pria perhatikan adalah sesuatu yang mengejutkannya. Jadi, ubah gaya penampilan Anda sekarang, kemudian tunjukkan rasa percaya diri.


Bersikap bijak

Kecenderungan wanita untuk gosip sudah dimaklumi pria. Seberapa baik Anda menjaga rahasia juga merupakan kualitas yang menarik di mata pria. Mereka tidak hanya mencintai wanita yang bisa dipercaya, tapi juga bagaimana wanita menjaga rahasia milik orang lain. Jadi, bersikaplah bijak atas segala rahasia yang Anda pegang.


Abaikan cerita terlalu remeh dan rinci

Anda melewati hari menyebalkan di tempat kerja dan benar-benar butuh tempat “curhat”. Anda akan memilih kekasih hati bukan? Namun, hubungan akan cepat membosankan bila banyak cerita—termasuk yang sangat remeh dan rinci—Anda sampaikan kepadanya.

Bukan berarti dia tidak tertarik pada hidup Anda. Terdapat lebih banyak cara kreatif untuk berbagi cerita. Jadi, biarkan telinga si dia beristirahat untuk mendengarkan isi hati Anda.


Simpan busana memukau untuk nanti

Anda ingin memamerkan penampilan terbaik sejak kencan pertama dengan si dia. Ini adalah hal yang alami pada orang jatuh cinta. Tapi, semakin biasa Anda menampilkan diri di awal, semakin mudah dia mengenal Anda karena tidak menggunakan “topeng penampilan”. Biarkan dia bertanya-tanya kejutan apa yang akan Anda berikan, misalnya Anda mengenakan gaun saat makan malam bersama keluarganya.

DIJAMIN GAK BOSENIN DECH....!!