Entri Populer

Kenali Penyebab Gangguan Impotensi

Minggu, 08 Juli 2012

Masalah impotensi rasanya menjadi musuh besar para pria, walaupun hal ini tidak terjadi pada setiap pria. Namun ini menjadi masalah umum, setidaknya mereka pernah mengalami disfungsi ereksi sekali seumur hidupnya.

Ketidakmampuan seorang pria untuk mencapai atau mempertahankan ereksi, terutama dalam melakukan aktifitas seksual ini biasanya disebabkan oleh kondisi mental yang sedang tertekan. Tapi ini tidak melulu menjadi pemicu, seperti dilansir dari livestrong.com, impotensi juga bisa disebabkan karena beberapa hal berikut.

1. Cedera
Proses terjadinya ereksi melalui dua tahapan. Alat vital akan dialiri darah dari impuls saraf, sinyal ini kemudian dikirimkan ke otak. Namun, saat salah satu organ penting ini tidak bekerja, ereksi tidak akan terjadi.
Hal ini bisa disebabkan oleh cedera yang dialami. Seperti gangguan pada kandung kemih, pasca operasi prostat, atau gangguang cedera lain pada bagian pinggul dan tulang belakang.

2. Gangguan kesehatan
Kondisi kesehatan yang terganggu juga menjadi salah satu faktor penyebab impotensi. Tekanan darah tinggi, diabetes, dan aterosklerosis misalnya, kondisi ini akan mempengaruhi kerja saraf, arteri, jantung, hati, dan ginjal. Selain itu juga aterosklerosis, dan diabetes.
Penyebab lainnya adalah hipogonadisme, gangguan penurunan gonad atau testis yang tidak menghasilkan tetosteron yang cukup.

3. Obat-obatan
Terkadang konsumsi obat juga dapat memberikan efek pada gangguan impotensi. Untuk itu, sebelum Anda mengkonsumsi jenis obat penenang, obat tidur, antidepresan, obat tekanan darah tinggi, dan obat penekan nafsu makan, konsultasikan terlebih dahulu pada dokter pribadi Anda.

4. Kegemukan
Bagi pria, berat badan yang berlebih juga dapat memengaruhi tingkat kesuburan. Obesitas memang dapat meningkatkan risiko impotensi, terutama dalam beberapa kondisi, seperti tekanan darah tinggi, diabetes, stroke, dan depresi. Penelitian di Mayo Clinic mengatakan bahwa pria yang mengalami obesitas akan lebih mungkin menderita disfungsi ereksi dibandingkan dengan pria berberat badan normal.

Ini Penyebab Sakit Saat Orgasme

Beberapa wanita terkadang mengalami orgasme yang kadang terasa menyakitkan, walaupun mereka menikmati proses bercinta dengan pasangan mereka. Rasa nyeri atau kram pada perut bagian bawah ini terjadi secara tiba-tiba, sehingga tidak mungkin bagi mereka untuk melanjutkan aktivitas seks. Rasa nyeri ini bahkan bisa bertahan hingga beberapa jam.

Tidak banyak wanita yang mengetahui penyakit disorgasmia ini. Beberapa wanita yang menderita penyakit ini mengatakan bahwa rasa nyeri yang mereka alami tidak hanya di bawah perut namun juga di sekitar rectum. Menurut penelitian, rasa nyeri ini diakibatkan oleh kejang yang dialami oleh dua otot yang ada disekitar rectum. Sebagai wanita, Anda patut waspada terhadap hal ini. Seperti dilansir netdoctor.co.uk, berikut fakta mengenai disorgamia.

- Penyebab lain

Mayoritas wanita yang menderita disorgasmia mengatakan bahwa mereka juga memiliki kondisi-kondisi tertentu lainnya seperti kista yang terdapat dalam ovarium, dan fibroid atau endometriosis. Namun disorgasmia umum terjadi pada wanita yang berumur 40 hingga 55 tahun

- Segera obati
Pada beberapa kasus, para wanita merasa lebih baik, ketika mereka mengkonsumsi obat pereda rasa sakit atau Non-Steroidal Anti Inflammatory Drugs (NSAID) seperti diclofenac, ibuprofem atau bahkan aspirin. Namun, tanpa obat pun rasa sakit dan nyeri tersebut dapat diredakan dengan meletakkan botol berisi air panas di bawah perut.

- Pengobatan jangka panjang
Jika Anda mengalami disorgasmia, Anda disarankan untuk mengkonsumsi obat pereda rasa sakit atau NSAID selama beberapa bulan ke depan. Minum sekitar dua sampai tiga jam sebelum Anda berhubungan seksual jika memungkinkan. Jika Anda ragu-ragu, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter Anda. Menurut penelitian, terjadinya rasa nyeri ini juga berhubungan dengan menurunnya tingkat hormon wanita ketika mendekati masa menopause.

- Bisa disembuhkan
Untuk Anda penderita disorgasmia, jangan merasa panik dulu, penyakit ini dapat diobati.  Setelah sembuh pun, Anda juga dapat kembali menikmati hubungan seksual dan orgasme yang normal. Namun, jika rasa nyeri ini terjadi berulang-ulang, segera periksakan kepada ahlinya.

Makanan Pembakit Cinta, Mitos Atau Fakta?

Meski masih sering diperdebatkan kebenarannya, toh, di zaman modern ini, kepercayaan soal ‘keampuhan’  makanan afrodisiak  ternyata belum luntur. Tak hanya di Indonesia, di negara Barat  pun isu ini masih jadi isu ‘panas’. Kabarnya, mulai dari cokelat hingga alkohol mampu meningkatkan libido. Benarkah?

Menurut Debby Herbenick, PhD, associate director dari Center for Sexual Health Promotion di Indiana University, makanan yang dikonsumsi memang memiliki peranan yang sangat penting terhadap kesehatan seksual. Tapi makanan seperti apa yang memiliki kemampuan meningkatkan libido lebih baik dari yang lain? Berikut ini fakta dan mitos tentang makanan afrodisiak, seperti dikutip dari Womansday.

1. Tiram: Fakta
Ahli diet dan nutrisi MCGHealth Jessica Baye menjelaskan, tiram atau oyster memiliki kandungan zinc yang tinggi. Zinc berfungsi menstimulasi hormon yaitu hormon penting dalam pembangkit hasrat seksual. Jessica menyarankan untuk memasukkan tiram dalam menu makan malam romantis Anda bersama pasangan. Tapi batasi jumlahnya, jangan terlalu banyak karena bisa menyumbang kolesterol berlebih yang kurang baik bagi kesehatan.

2. Pisang: Mitos
Anda mungkin pernah mendengar reputasi pisang sebagai makanan peningkat libido. Tapi benarkah mengonsumsi pisang setelah makan malam akan membantu Anda dapatkan seks yang lebih baik? Menurut Pepper Schwartz, PhD, psikolog asal Seattle dan pakar asmara situs perjodohan PerfectMatch, hal itu hanya mitos. Pisang memang sering dikaitkan dengan aktivitas seksual, karena bentuknya yang menyerupai alat kelamin pria. Tapi menurut penelitian, tidak ditemukan adanya zat afrodisiak di dalam pisang.

3. Wheat Germ: Fakta

Wheat germ, atau biji gandum merupakan sumber vitamin E yang baik. Lauri Grossman, DC, ketua Department of Medicine and Humanistic Studies di American Medical College of Homeopathy mengatakan, vitamin E merupakan vitamin terpenting untuk menjaga kesehatan seksual. Kandungan antioksidan melindungi membran sel dari radikal bebas juga menjaga keseimbangan hormon estrogen. Kelebihan estrogen bisa mengakibatkan PMS, kelelahan, pembengkakan, sakit kepala, nyeri otot dan perubahan mood yang bisa menghalangi wanita dapatkan rangsangan seksual.

4. Alpukat: Mitos

Menurut legenda, bangsa Aztec menganggap alpukat sebagai ‘pohon testikel’ dan buah ini sejak lama dipercaya bisa meningkatkan libido. Sayangnya, menurut Pepper Schwartz, belum ada pakar yang menyarankan bahwa alpukat berdampak pada gairah seksual. Meskipun alpukat memiliki vitamin dan mineral yang mungkin bisa meningkatkan libido, tapi Anda harus mengonsumsi satu ton alpukat untuk mendapatkan efeknya.

5. Cokelat: Fakta

Cokelat, khususnya yang jenis dark chocolate memiliki sejumlah kualitas yang membuatnya masuk dalam kategori makanan afrodisiak. Bagi sebagian orang, makan cokelat membuat mereka merasa ‘nakal’ dan bisa mendorong peningkatan endorphin. Cokelat juga mengandung tryptophan, asam amino esensial yang berperan penting dalam pembentukan serotonin.

"Bertambahnya jumlah serotonin membuat perasaan rileks dan puas,” jelas Jessica Baye. Ia juga menyebutkan ada sebuah penelitian di Italia yang menunjukkan adanya korelasi antara konsumsi cokelat harian dan peningkatan libido. Jessica dan peneliti lain percaya bahwa makan sekeping kecil cokelat per hari bisa membantu mendorong gairah seksual.

6. Cabai Merah: Fakta
“Makanan pedas seperti cabai merah akan memperlancar peredaran darah. Dengan lancarnya aliran darah, akan meningkatkan proses mekanis dalam tubuh yang memunculkan rangsangan, ujar Pepper.

Anda tidak perlu makan berpuluh-puluh cabai untuk menperoleh gairah seks yang hebat. Anda hanya perlu menaburkan irisan cabai segar atau bubuk cabai ke dalam makanan.

7. Minuman Beralkohol: Mitos
Banyak orang percaya bahwa alkohol bisa membangkitkan gairah seksual, tapi efeknya justru sebaliknya. Saat meminum champagne atau wine, tubuh memang akan cepat bersemangat tapi juga cepat membuat Anda kehilangan energi dan memperlambat peredaran darah, yang Anda butuhkan untuk mendapatkan rangsangan.

8. Almond: Fakta
“Almond mengandung L-arginine, zat yang banyak ditemukan dalam krim dan gel yang biasa dioleskan pada area genital untuk meningkatkan rangsangan seksual,” terang Dolores Kent, MD, ginekolog dan ahli bedah kosmetik di Los Angeles, Amerika.

Belum jelas berapa banyak butir almond yang dibutuhkan untuk mendapatkan gairah yang diinginkan. Tapi menjadikan almond sebagai camilan sesekali waktu, tidak akan berbahaya bagi kesehatan fisik maupun seksual.

Saat Bercinta, Wanita Lebih Berisik?

Aktivitas bercinta yang baik tentu harus memenuhi standar kepuasan untuk kedua belah pihak. Biasanya setiap pasangan memiliki cara masing-masing untuk mendapatkan ini. Meskipun cara pria dan wanita juga sering kali berbeda.
Saat bercinta, wanita cenderung lebih banyak mengeluarkan suara atau desahan sebagai ungkapan dari kepuasan mereka.

Survei dalam sebuah situs mengungkapkan bahwa perempuan jauh lebih 'berisik' dibandingkan pria. Poling ini dilakukan pada 1.171 orang dan menemukan sekitar 94 persen wanita mengakui bahwa mereka adalah individu yang lebih banyak mengeluarkan suara dibandingkan dengan pasangan prianya. 
Hal yang sama juga dibenarkan oleh pria, sebanyak 70 persen pria menegaskan bahwa pasangan mereka memang lebih banyak mengeluarkan suara saat sedang berhubungan intim.

"Saya telah menemukan bahwa wanita memang lebih berisik dibanding pria. Namun tidak ada penjelasan ilmiah, mengapa mereka melakukan itu selama seks berlangsung," ungkap  Tracey Cox, seorang pakar seks seperti dilansir dari Female First.

"Beberapa orang bahkan mengeluarkan suara cukup keras saat sedang bercinta,  sedangkan yang lain melakukannya tanpa suara. Ini bukan berarti mereka tidak menikmati. Hal seperti ini akan menjadi sesuatu yang sangat pribadi," tuturnya.
"Beberapa pria memang sangat menyukai suara-suara kecil ini, mereka menganggapnya sebagai umpan balik. Bahasa suara hanya salah satu cara berkomunikasi dan bumbu yang mampu menghidupkan percintaan," tambah Tracey.