Entri Populer

Manusia Dan Keindahan

Senin, 09 November 2009

 

text TEXT SIZE :  
Share
Iwan_C4'em'z
 
BAB I
PENDAHULUAN

1. LATAR BELAKANG
Akhir – akhir ini manusia banyak yang mengalami depresi, stress bahkan sampai ada yang menjadi gila, ini di karenakan manusia yang mengalami tersebut tidak mampu untuk mengendalikan dirinya sendiri, seperti mengendalikan emosi dan perasaan.
Oleh sebab itu dibuatlah studi mengenai tingkah laku manusia dan seluk beluknya, maka munculah ilmu seperti ilmu budaya dasar, sosiologi dll, yang tujuanya adalah untuk mempelajari tingkah laku manusia tersebut agar manusia tersebut mampu untuk mempelajari dirinya sendiri dan orang lain, sehimgga mampu untuk membawa dirinya dan orang lain ke dalam hal hal yang positif.
2. RUMUSAN MASALAH
1. Bagaimana manusia mendapatkan keindahan dalam hidupnya?
2. Bagaimana manusia agar mendapatkan keserasian dalam berkomunikasi antar sesamanya?
3. Mengapa manusia membutuhkan perlakuan yang halus dari sesamanya?
4. Mengapa manusia menciptakan keindahan dalam kehidupanya?





BAB II
KONSEPSI TEORI

1. Keindahan adalah suatu yang mendatangkan rasa menyenangkan bagi yang melihat (Toistoy).
2. Keindahan adalah keseluruhan yang merupakan susunan yang teratur dari bagian-bagian yang saling berhubungan satu sama lain, atau dengan keseluruhan itu sendiri. (Baumgarten)
3. Yang indah adalah yang baik, jika belum baik ciptaan itu belum indah. Keindahan harus dapat memupuk perasaan moral. Jadi ciptaan-ciptaan yang amoral tidak bisa dikatakan indah karena tidak dapat digunakan untuk memupuk moral (Sulzer).
4. Keindahan dapat berlepas sama sekali dari kebaikan (Michelmah).
5. Yang indah adalah yang memiliki profesi yang harmonis. Karena profesi yang harmonis itu nyata, maka keindahan itu dapat disamakan dengan kebaikan. Jadi yang indah adalah nyata dan yang nyata adalah yang baik (Shofles Bury).
6. Keindahan adalah sesuatu yang dapat mendatangkan rasa senang (Hume).
7. Yang indah adalah yang paling banyak mendatangkan rasa senang. Dan itu adalah yang dalam waktu sesingkat-singkatnya paling banyak memberikan pengalaman yang menyenangkan (Hemsterhuis).




BAB III
STUDI KASUS

1. Pengertian Keindahan
Keindahan berasal dari kata indah artinya bagus, permai, cantik, olek, molek, dan sebagainya. Benda yang mempunyai sifat indah ialah segala hasil seni, (meskipun tidak semua hasil seni indah). Pemandangan alam (pantai, pegunungan, danau, bunga-bunga di lereng gunung). Rumah (halaman, tatanan, perabot rumah tangga dan sebagainya), suara, warna, dan sebagainya, kawasan keindahan bagi manusia sangat luas seluas keanekaragaman manusia dan sesuai pula dan perkembangan peradaban teknologi, sosial dan budaya. Karena itu dapat di katakan bahwa keindahan merupakan bagian hidup manusia. Keindahan tidak dapat dipisahkan dan kehidupan manusia dimanapun kapanpun dan siapa saja dapat menikmati keindahan.
Keindahan adalah identik dengan kebenaran-keindahan adalah kebenaran, dan kebenaran adalah keindahan keduannya mepunyai nilai yang sama yaitu abadi dan mempunyai daya tarik yang selalu bertambah.

Keindahan juga bersifat universal, artinya tidak terikat oleh selera perorangan, waktu dan tempat, selera model ke daerah atau lokal.

a. Apakah keindahan itu?
Abad ke-18 pada saat itu pengertian keindahan telah dipelajari oleh para filsuf. Menurut The Liang Gie dalam bukunya “Garis Besar Estetik” (Filsafat keindahan) dalam bahasa Inggris keindahan itu di terjemahkan dengan kata “beautiful”, Prancis “beau” italia dan spanyol “bello”. Kata-kata itu berasal dari bahasa latin “bellum”. Akar katanya adalah “bonum”. Yang berarti kebaikan kemudian mempunyai bentuk pengecualian menjadi “bonellum” dan terakhir di pendekan sehingga di tulis “bellum”.
Selain itu menurut luasnya dibedakan pengertian:
• Keindahan dalam arti luas,
• Keindahan dalam arti astetik murni,
• Keindahan dalam arti terbatas dalam hubungannnya dengan pengertian.
1) Selanjutnya The Liang Gie menjelaskan bahwa keindahan dalam arti luas mengandung pengertian, ide lebarkan misalnya Plato menyebut watak yang indah dan hukum yang indah, sendangkan Aristoteles merumuskan keindahan sebagai sesuatu yang baik dan juga menyenangkan.
Jadi pengertian yang seluas-luasnya meliputi:
- Keindahan seni
- Keindahan alam
- Keindahan moral
- Keindahan intelektual

2) Keindahan dalam arti estetik murni menyangkut pengalaman estetik seseorang dalam hubungannya dengan segala sesuatu yang diserapnya.
3) Keindahan dalam arti yang terbatas mempunyai arti yang lebih di sempitkan sehingga hanya menyangkut bedan-benda yang dapat diserap dengan penglihatan. Yakni berupa keindahan bentuk dan warna.
Jadi keindahan pada dasarnya adalah sejumlah kualitas pokok tertentu yang terdapat pada suatu hal. Kualitas yang paling sering disebut adalah kesatuan (unity). Keseimbangan (balance), dan kebaikan.
Dari ciri itu dapat diambil kesimpulan, bahwa keindahan tersusun dari berbagai keselarasan dan kebalikan dari garis, warna, bentuk, nada, dan kata-kata.

b. Nilai estetik
Masalah sekarang adalah: apakah nilai estetik itu? Dalam bidang filsafat, istilah nilai seringkali di pakai suatu kata benda abstrak yang berarti keberhargaan, atau kebaikan.
Nilai ekstrinsik adalah sifat baik dari suatu benda sebagai alat atau sarana untuk sesuatu hal lainnya (instrument / contributory volue) yakni nilai yang bersifat sebagai alat yang bersangkutan atau sebagai suatu tujuan. Ataupun demi kepentingan benda itu sendiri. Contoh, puisi dan tarian.

c. Apa sebab manusia menciptakan keindahan?
Keindahan itu pada dasarnya adalah alamiah. Alam itu ciptaan Tuhan. Ini berarti bahwa keindahan itu ciptaan Tuhan. Alamiah itu artinya wajar tidak berlebihan atau tidak pula kurang, kalau pelukis wanita lebih cantik dari keadaan yang sebenarnya justru tidak indah.

2. Makna Keindahan
1) Keindahan adalah suatu yang mendatangkan rasa menyenangkan bagi yang melihat (Toistoy).
2) Keindahan adalah keseluruhan yang merupakan susunan yang teratur dari bagian-bagian yang saling berhubungan satu sama lain, atau dengan keseluruhan itu sendiri. (Baumgarten)
3) Yang indah adalah yang baik, jika belum baik ciptaan itu belum indah. Keindahan harus dapat memupuk perasaan moral. Jadi ciptaan-ciptaan yang amoral tidak bisa dikatakan indah karena tidak dapat digunakan untuk memupuk moral (Sulzer).
4) Keindahan dapat berlepas sama sekali dari kebaikan (Michelmah).
5) Yang indah adalah yang memiliki profesi yang harmonis. Karena profesi yang harmonis itu nyata, maka keindahan itu dapat disamakan dengan kebaikan. Jadi yang indah adalah nyata dan yang nyata adalah yang baik (Shofles Bury).
6) Keindahan adalah sesuatu yang dapat mendatangkan rasa senang (Hume).
7) Yang indah adalah yang paling banyak mendatangkan rasa senang. Dan itu adalah yang dalam waktu sesingkat-singkatnya paling banyak memberikan pengalaman yang menyenangkan (Hemsterhuis).
Selain dari pengertian keindahan tersebut di atas terlalu sayang kalau tidak kita lihat pendapat Emmanuel Kant berikut ini: Menurut dia keindahan itu bisa dilihat dari 2 segi yaitu dari segi arti yang subyektif dan dari segi arti yang obyektif. Dari segi arti yang subyektif keindahan di katakan sebagai suatu yang tanpa harus direnungkan ataupun disangkut-pautkan dengan kegunaan kegunaan praktis sudah bisa mendapatkan rasa senang. Pada diri si penghayat, sebagai keserasian yang di kandung obyek sejauh obyek tersebut tidak ditinjau dari segi tujuannya.








BAB IV
ANALISA DAN KESIMPULAN
Manusia haruaslah mencari suatu keindahn dalam hidupnya, karena bila manusia sudah menemukan yang namanya keindahan, maka manusia tersebut hidupnya akan terasa tenang dan damai, bila setelah menyelesaikan suatu masalah maka carilah suatu keindahan, itu mampu untuk kembali mengembalikan semangat hidup kita.

Comments
0 Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Terima Kasih atas partisipasinya