Entri Populer

Ontologi Ilmu Pengetahuan I

Jumat, 11 Juni 2010

Ontologi Ilmu Pengetahuan
Sub BAB I

Filsafat ilmu pengetahuan adalah salah satu cabang filsafat yang mengangkat dbyek materi yaitu ilmu pengetahuan. Sedangkan Ilmu pengetahuan adalah pengetahuan yang;(1) disusun metodis, sistematis dan koheren (“bertalian”) tentang suatu bidang tertentu dari kenyataan (realitas), dan yang(2) dapat digunakan untuk menerangkan gejala-gejala tertentu di bidang (pengetahuan) tersebut. berarti Pengetahuan adalah proses mengetahui dan menghasilkan sesuatu yang disebut pengetahuan. Sebagai salah satu bidang filsafat, masalah ini dipersoalkan secara khusus di dalam “epistomologi”,
Kata “ilmu” merupakan terjemahan dari kata “science”, yang secara etimologis berasal dari kata latin “scinre”, artinya “to know”.Dalam pengertian yang sempit science diartikan untuk menunjukkan ilmu pengetahuan alam yang sifatnya kuantitatif dan obyektif.
Menurut Prof.Drs.harsojo menyatakan bahwa ilmu itu adalah:
a.Merupakan akumulasi pengetahuan yang disistematiskan
b.Suatu pendekatan atau suatu metodependekatan terhadap seluruh dunia empiris,yaitu dunia yang terikat oleh factor ruang dan waktu, dunia yang pada prinsipnya dapat diamati oleh panca indera manusia.
Hakikat penyelidikan ilmu pengetahuan terdiri atas tiga aspek yaitu:
1.hakikat abstrak  penyelidikan ilmu pengetahuan menekankan pada pendekatan interdisipliner dan multidisipliner
2.hakikat potensi  penyelidikan ilmu pengetahuan menekankan pada pendekatan khusus, dari sudut pandang tertentu
3.hakikat konkret penyelidikan ilmu pengetahuan menekankan pada individualitas obyek materi

Perbedaan Antara Ilmu Pengetahuan Ilmiah dan Non Ilmiah
Persamaan dari ilmu ilmiah dan non ilmiah ialah bahwa kedua-duanya mencari kebenaran, timbul dari keinginan manusia untuk mengejar kebenaran untuk mengerti akan dirinya sendiri.
Perbedaanya ialah pengetahuan biasa (knowledge/common sense), sampai habis,tak ada tidak memandang betul sebab-sebabnya,tidak mencari rumusan yang obyektif,tidak menyelidiki obyeknya sintesis,tak bermetode dan tak bersistem.pengetahuan. ilmiah/ilmu pengetahuan(science) adalah sebaliknya yaitu mementingkan sebab-sebabnya, mencari rumusan yang sebaik-baiknya,menyelidiki obyeknya sampai habis.
Pengetahuan berkaitan erat dengan kebenaran, yaitu kesesuaian antara pengetahuan yang dimiliki manusia dengan realitas yang ada pada objek. Pengetahuan dapat dibedakan menjadi pengetahuan non-ilmiah dan pengetahuan pra-ilmiah. Pengetahuan non-ilmiah adalah hasil serapan indra terhadap pengalaman hidup sehari-hari yang tidak perlu dan tidak mungkin diuji kebenarannya. Ilmu pengetahuan ialah pengetahuan yang telah diolah kembali dan disusun secara metodis, sistematis, konsisten dan koheren.

Ilmu pengetahuan atau pengetahuan ilmiah dapat dibedakan atas :
1.Ilmu Pengetahuan Fisis-Kuantitatif
Pengetahuan ini diperoleh melalui proses observasi serta analisis atas data dan fenomena empiris.
2.Ilmu Pengetahuan Formal-Kualitatif
Ilmu ini diperoleh dengan cara analisis refleksi dengan mencari hubungan antara konsep-konsep
3.Ilmu Pengetahuan Metafisis-Substansial.
filsafat diperoleh dengan cara analisis refleksi (pemahaman, penafsiran, spekulasi, penilaian kritis, logis rasional) dengan mencari hakikat prinsip yang melandasi keberadaan seluruh kenyataan.

Objek Ilmu Pengetahuan;
-Ilmu Alam
-Ilmu pasti
-Sosiologi
-Ilmu Hayat
-Ilmu Bumi
-Ilmu Jiwa
-Ilmu kedokteran
-Ilmu pekerjaan Sosial

Sumber Ilmu Pengetahuan;
Setelah pengetahuan itu sesuatu yang mungkin dan realistis, masalah yang dibahas dalam lliteratur-literatur epistimologi Islam adalah masalah yang berkaitan dengan sumber dan alat pengetahuan. Para filusuf Islam menyebutkan beberapa sumber dan sekaligus alat pengetahuan, yaitu :

1. Alam tabi'at atau alam fisik
Contoh yang paling konkrit dari hubungan dengan materi dengan cara yang sifatnya materi pula adalah aktivitas keseharian manusia di dunia ini, sepert makan, minum, hubungan suami istri dan lain sebagianya. Dengan demikian, alam tabi'at yang materi merupakan sumber pengetahuan yang "barangkali" paling awal dan indra merupakan alat untuk berpengetahuan yang sumbernya tabi'at.

2. Alam Akal
Kaum Rasionalis, selain alam tabi'at atau alam fisika, meyakini bahwa akal merupakan sumber pengetahuan yang kedua dan sekaligus juga sebagai alat pengetahuan. Mereka menganggap akal-lah yang sebenarnya menjadi alat pengetahuan sedangkan indra hanya pembantu saja.

3. Analogi (Tamtsil)
Termasuk alat pengetahuan manusia adalah analogi yang dalam terminologi fiqih disebut qiyas. Analogi ialah menetapkan hukum (baca; predikat) atas sesuatu dengan hukum yang telah ada pada sesuatu yang lain karena adanya kesamaan antara dua sesuatu itu.

Analogi tersusun dari beberapa unsur; (1) asal, yaitu kasus parsial yang telah diketahui hukumnya. (2) cabang, yaitu kasus parsial yang hendak diketahui hukumnya, (3) titik kesamaan antara asal dan cabang dan (4) hukum yang sudah ditetapkan atas asal.Analogi dibagi dua;
1.Analogi interpretatif : Ketika sebuah kasus yang sudah jelas hukumnya, namun tidak diketahui illatnya atau sebab penetapannya.
2.Analogi Yang Dijelaskan illatnya : Kasus yang sudah jelas hukum dan illatnya.


4. Hati dan Ilham
Tentu yang dimaksud dengan pengetahuan lewat hati disini adalah penngetahuan tentang realita inmateri eksternal, kalau yang internal seperti rasa sakit, sedih, senang, lapar, haus dan hal-hal yang iintuitif lainnya diyakini keberadaannya oleh semua orang tanpa kecuali

Comments
0 Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Terima Kasih atas partisipasinya